π³ Saatnya Bahas βAlat Tempurβ Dapur dari Segi Material
Oke, kali ini Sendoklapar mau bahas soal “alat tempur” masak dari segi material. Ada banyak banget pilihan material yang bisa kamu temukan di pasaran. Mulai dari yang paling populer seperti Teflon alias wajan anti lengket, sampai yang lagi naik daun belakangan ini β stainless steel.
Selain dua bahan itu, sekarang cast iron juga makin sering dipakai. Bahkan banyak konten kreator masak udah merambah mempromosikan wajan dengan material ini
Tapi, ternyata masih ada juga beberapa material wajan lainnya yang nggak kalah menarik buat dibahas! π
Yuk, kita elaborasi satu per satu.
Oh iya, buat kamu yang belum baca pembahasan Sendoklapar tentang wajan anti lengket dan stainless steel, bisa cek dulu artikelnya
Material wajan Apa aja yang kalian tahu?
Wajan anti lengket? Stainless steel? Emang cuma dua itu aja? Padahal, masih banyak banget material unik lain yang digunakan di luar sana! π Makanya, sendoklapar mau bahas karena topik ini menarik banget. Bahkan, waktu riset pun Sendoklapar sempat menemukan beberapa bahan yang sebelumnya asing banget!
Secara teknis, konsep bahan wajan itu bisa dibagi jadi dua: full dan hybrid.
- Full artinya wajan terbuat sepenuhnya dari satu jenis material.
- Hybrid berarti ada kombinasi bahan β biasanya di bagian body atau coating-nya.
Nah, setelah baca blog ini, Sendoklapar yakin kamu bakal tergoda buat nambah koleksi wajan di dapur! π
Karena jujur aja, punya satu wajan memang praktis, tapi kalau mau level up hasil masakan kamu, punya lebih dari dua itu penting banget!
Semoga rezekinya lancar ya biar bisa beli cookware baru yang bikin masak makin seru~ π₯° Yuk lanjut baca bahan material apa aja yang digunakan.
Cast iron
Wajan dengan material cast iron kayaknya jadi wishlist sendoklapar sih, idk look interesting to me aja. Kebetulan juga udah lumayan banyak juga seller yang jual wajan dengan material ini jadi banyak pilihan tentunya.
Kayaknya alasan utama sendoklapar jatuh cinta dengan material wajan ini karena kelihatan elegan dan profesional jadi berasa kayak chef sungguhan (ngebet jadi chef hehe)
πͺ Kelebihan
- Super awet dan bisa tahan seumur hidup kalau dirawat dengan benar.
- Tahan panas tinggi dan menyebarkan panas dengan merata.
- Cocok buat masakan yang butuh hasil browning sempurna (kayak steak atau rendang).
β οΈ Kekurangan
- Berat banget, jadi butuh tenaga ekstra buat angkat-angkat.
- Perlu waktu buat memanaskan secara merata.
- Butuh perawatan khusus (seasoning) supaya nggak karatan.
- Nggak disarankan untuk menyimpan makanan asam terlalu lama karena bisa bereaksi dengan besi.
π₯Metode masak
- Pan grill
- Deep fry
- Slow cooking
Carbon steel
Carbon Steel β Si Saudara Dekat Cast Iron. Material yang satu ini, sebenarnya mirip banget sama cast iron, bedanya cuma di berat aja carbon steel lebih ringan dari pada cast iron. Material ini biasanyan digunakan sebagai bahan wajan wok.
Oh my god, ngomongin wok langsung bikin inget sama istilah βwok heiβ β aroma smokey khas yang muncul dari teknik stir-fry cepat dengan api super tinggi! π₯ Itu lho, wangi khas yang cuma bisa didapetin kalau kamu masak cepat banget dan pakai wajan yang bener-bener panas!
πͺ Kelebihan
- Awet dan tahan lama.
- Tahan panas tinggi.
- Lebih ringan dibanding cast iron.
- Panas lebih cepat dan merata, jadi ideal buat masak cepat.
β οΈ Kekurangan
- Perlu perawatan khusus (seasoning) supaya nggak lengket dan tetap awet.
π₯ Metode Masak yang Cocok
- Stir-fry (dengan api besar dan waktu masak singkat).

Enamel-coated cast iron
Nah, kalau bahan yang satu ini masih satu keluarga dengan cast iron, tapi bedanya terletak pada bagian coating-nya. Pan dengan material enamel coated cast iron juga beberapa kali muncul di feed Instagram-nya Sendoklapar πBahkan, ada salah satu influencer ternama sempat di-endorse brand wajan dengan bahan enamel-coated cast iron ini.
Jadi, harusnya sekarang udah nggak susah lagi untuk menemukan jenis ini. Contohnya? Kayak Dutch oven yang terbuat dari enamel-coated cast iron.
πͺ Kelebihan
- Awet dan tahan lama.
- Lapisan enamel membuatnya anti karat dan menambah nilai estetika (warnanya cantik!).
- Nggak perlu seasoning, jadi lebih praktis.
- Aman digunakan untuk masakan asam (nggak bereaksi dengan bahan makanan).
β οΈ Kekurangan
- Cukup mahal dibanding jenis wajan lain.
- Berat, terutama ukuran besar seperti Dutch oven.
- Lapisan enamel bisa retak kalau terjatuh keras.
- Butuh waktu lebih lama untuk panas merata.
π₯ Metode Masak yang Cocok
- Slow cook (rendang, stew, semur).
- Baking (roti atau casserole).

Tembaga
Material Si Mewah yang super presisi ini menarik banget sih untuk dibahas. Karena warna wajan ini khas beda dari yang lain dan yang paling cantik. Material wajan dengan tembaga termasuk bahan yang kurang populer di Indonesia (wajar mahal dan agak princess ini material). Waktu Sendoklapar cari di e-commerce, pilihannya cuma ada 1β2 toko aja, dan itu pun mahal β bahkan ada yang harus custom dulu! π
Secara karakter, bahan ini mirip dengan stainless steel, dan memang sering dibanding-bandingkan. Tapi wajan dengan material tembaga kurang direkomendasikan untuk penggunaan full 100% tembaga, karena sifatnya reaktif terhadap makanan.
Biasanya, bagian dalamnya dilapisi bahan non-reaktif seperti timah, stainless steel, nikel, atau silver, supaya aman digunakan. Kalau nggak dilapisi, rasa makanan bisa jadi ada rasa metal, bahkan bisa berisiko keracunan logam β hii, ngeri juga ya >.<
πͺ Kelebihan
- Estetik banget! Tampilannya elegan dan mewah.
- Panas merata dan responsif terhadap perubahan suhu.
- Awet, bisa tahan bertahun-tahun kalau dirawat dengan baik.
β οΈ Kekurangan
- Mahal, karena proses pembuatannya cukup kompleks.
- Perlu perawatan khusus agar lapisan dalamnya tetap aman dan tidak mengelupas.
π₯ Metode Masak yang Cocok
- Cocok untuk masakan yang butuh kontrol suhu presisi, seperti:
- Tempering cokelat π«
- Membuat karamel π―
- Karena bahan tembaga cepat panas, tapi juga cepat kehilangan panas begitu api dimatikan.

Tanah liat
Material βPrehistoricβ yang Masih Eksis, tanah liat merupakan material wajan yang paling jadul di antara semua material wajan yang sendoklapar sebut. π
Pun dari semua jenis material cookware yang sendolapar sebutin, tanah liat menjadi salah satu bahan yang bikin sendoklapar excited! Walau jujur, belum terlalu niat punya sendiri (maklum, dapur mini hehe), tapi tetap menarik banget buat dibahas.
Sebagai orang yang tinggal di Pulau Jawa, penggunaan wajan tanah liat ini cukup umum bahkan sampai saat ini. Walaupun sekarang ini, mungkin kebanyakan penggunanya sudah sepuh, tapi tetap ada yang setia pakai sampai sekarang. Kalau di pulau lain, Sendoklapar belum tahu pasti β kalau kamu tahu, coba tulis di kolom komentar ya! π
Selain di Indonesia, penggunaan peralatan masak berbahan tanah liat juga biasa banget di negara lain, contohnya yang paling terkenal seperti Cina, Maroko, Algeria, India dan lainnya. Masakan-masakan tradisional di sana banyak yang masih mempertahankan cara masak dengan tanah liat karena hasilnya memang beda β lebih harum, lebih βearthy,β dan katanya sih lebih nikmat! π
πͺ Kelebihan
- Estetik, punya prehistoric vibes yang unik.
- Non-toxic dan alami.
- Denger denger sih bisa bikin makanan lebih enak
- Durability oke, asal dirawat dengan baik.
- Bio-degradable, ramah lingkungan π±.
β οΈ Kekurangan
- Cukup fragile β jatuh dikit bisa langsung pecah π₯².
- Perlu seasoning sebelum pemakaian.
- Bisa tumbuh jamur atau lumut kalau disimpan lembap.
- Mudah retak kalau kena perubahan suhu yang terlalu cepat.
π₯Metode Masak yang Cocok
- Slow cook (semur)
- Mssak beras / atau biji bijian lainnya

π¬ Yuk, Sharing!
Itu lah beberapa referensi bahan wajan lainnya selain anti lengket dan stainless steel yang udah ada dimana mana, menarik bukan? Gimana setelah baca udah kepikiran gak mau tambah koleksi alat tempur kamu? Tulis rencana kamu di kolom komentar, mau beli alat tempur apa aja π
π Referensi
The Truth About Cast Iron Pans: 7 Myths That Need To Go Away dari serious eats
Carbon Steel vs. Cast Iron Woks: Whatβs the Difference? dari Made in
10 Pros and Cons of Enameled Cast Iron Cookware dari Made in
The Buyerβs Guide to Copper Pans – Everything You Need To Know Before You Buy dari Sous Chef
Advantages and Disadvantages of using Clayware β Earthenware β Terracotta dari newbasics
Inside the Cult of Clay Cookware dari TASTE

